Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa partisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersifat sukarela. Tidak ada paksaan bagi pihak manapun untuk terlibat dalam inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat ini.
Pernyataan ini disampaikan untuk menepis berbagai spekulasi dan kekhawatiran yang mungkin muncul di kalangan masyarakat. Hashim menekankan bahwa program MBG dirancang untuk memberikan pilihan dan manfaat, bukan untuk memaksakan kehendak.
“Kami sangat menghargai otonomi setiap individu dan keluarga. Keputusan untuk berpartisipasi dalam program MBG sepenuhnya berada di tangan mereka,” ujar Hashim dalam sebuah kesempatan (tanggal tidak disebutkan).
Lebih lanjut, Hashim menjelaskan bahwa program MBG akan dijalankan dengan pendekatan yang inklusif dan memperhatikan keberagaman kebutuhan serta preferensi masyarakat. Sosialisasi dan edukasi akan menjadi fokus utama untuk memastikan masyarakat memahami manfaat dan mekanisme program ini.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah stunting dan kekurangan gizi di Indonesia. Diharapkan, program ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Berikut adalah tabel yang menggambarkan beberapa aspek penting dari program MBG:
| Aspek | Deskripsi |
|---|---|
| Tujuan | Meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. |
| Sifat Partisipasi | Sukarela, tanpa paksaan. |
| Pendekatan | Inklusif, memperhatikan keberagaman. |
| Fokus Utama | Sosialisasi dan edukasi. |
Dengan penegasan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa program MBG adalah sebuah inisiatif yang bertujuan baik dan dijalankan dengan prinsip sukarela serta menghormati pilihan individu.